Brigade Hassan Bin Tsabit: Bukti Jihad Fi Sabilillah Melalui Media Sosial

Siapakah Hassan Bin Tsabit?
Perang pada dasarnya tidak pernah lepas dari senjata yang dijadikan alat untuk mengalahkan musuh. Namun, perang tidak hanya menggunakan senjata. Pada zaman Rasulullah SAW, disaat para sahabat menjalankan perang bersenjatakan pedang, Hassan Bin Tsabit RA bersenjatakan bait-bait tulisan. Hassan Bin Tsabit merupakan penyair kesayangan Rasulullah SAW. Beliau memiliki tugas khusus untuk melumpuhkan musuh dengan menggunakan syair-syair yang beliau tulis. Syair ini mampu memporak-porandakan mentalitas dan psikologis para musuhnya.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah SAW seringkali memuji dan mendoakan Hassan Bin Tsabit. Beliau bersabda: ”Wahai Hasan, engkau pasti telah mengetahui apa yang telah dilakukan oleh kaum musyrikin Makkah. Oleh karena itu, padamkanlah semangat mereka dengan syair-syairmu. Sebaliknya, bangkitkanlah semangat kaum muslimin dengan syair-syairmu. Wahai Hasan, seranglah mereka dengan syairmu. Sesungguhnya malaikat Jibril bersamamu.”
Baca Juga: Peran Pemuda dalam Menghadapi Penghujung Zaman
Terciptanya Brigade Hassan Bin Tsabit
Menanggapi peperangan yang dilakukan oleh Zionis Israel terhadap Palestina yang semakin memanas, hingga terjadi genosida dan juga propaganda yang terus-terusan disebarkan oleh Israel, membuat netizen akhirnya turun tangan untuk ikut berperang di media sosial. Mengutip dari cuitan akun @AzzamIzzulhaq di platform X pada Selasa (21/11), bahwasannya seluruh prajurit Komando Satuan Operasi Khusus Netizen Julid Anti Zionis Israel ini tergabung dalam Brigade Hassan Bin Tsabit. Brigade ini merupakan Brigade ke-9 yang muncul di luar negara Palestina, dan menggunakan senjata berupa ”Julid” untuk menyerang para tentara IDF pada akun-akun media sosial pribadi mereka.
Di informasikan dari akun yang sama, bahwasannya tertanggal 23 November 2023 Indonesia Netizen Force dan Tentara Bawang Malaysia memutuskan untuk bersatu dan bekerja sama untuk memerangi Israel di media sosial. Dengan berbekal hastag berupa #JihadFiSabilillah. Brigade ini siap untuk menjalankan misi menumbangkan Zionis Israel.

Teknik Operasi Brigade Hassan Bin Tsabit
Mengutip cuitan dari Komandan SatOpus Brigade Hassan Bin Tsabit, Erlangga Greschinov (@Greschinov), untuk mencapai tujuan dalam operasi melawan Israel di media sosial, perlu memperhatikan hal-hal penting sebagai berikut.
Pada praktiknya, Brigade ini dikomando oleh salah satu komandan Brigade Hassan Bin Tsabit yaitu Erlangga Greschinov. Erlangga akan mengumpulkan akun-akun dari Zionis Israel dengan bantuan seluruh netizen, yang kemudian akan ia rapikan dan juga tentukan akun mana yang akan mereka serang di setiap waktunya. Akibat dari Gerakan ini sudah terlihat secara nyata seperti berubahnya beberapa akun IDF menjadi privat, permintaan maaf tentara Israel terhadap netizen Indonesia dan beberapa akun yang juga berhasil di hack.

Serangan Umum, Respon terhadap Serangan Israel pada Rumah Sakit Indonesia dan Sekolah Qur’an Malaysia
Pasca serangan Israel yang dilancarkan terhadap Rumah Sakit Indonesia berupa pengeboman intens pada Kamis (23/11) malam waktu setempat, juga penyerangan udara terhadap sekolah qur’an Malaysia di Kamp Pengungsi Nuseirat. Tepatnya di Jalur Gaza bagian Tengah pada Rabu (15/11) malam waktu setempat. Brigade Hassan Bin Tsabit yang dikomando oleh Erlangga Greschinov (@Greschinov) tengah mempersiapkan berbagai strategi untuk melakukan serangan umum terhadap Zionis Israel.
Dalam surat edaran yang terlampir dalam postingan Erlangga pada Selasa (28/11) telah tercantum Teknik Operasi dan juga grup Koordinasi untuk melakukan serangan umum ini. Dimana serangan umum yang dilakukan terdiri dari dua jenis, yaitu Operasi Umum dan Operasi Khusus. Ditulisnya juga bahwa pasukan Brigade Hassan Bin Tsabit bisa memilih untuk mengikuti salah satu operasi yang dilakukan maupun keduanya. Masing-masing dari operasi ini memiliki sandi operasi tersendiri.
Informasi yang Erlangga sampaikan ini juga ditembuskan ke komandan pasukan yang lain di platform X, yaitu Azzam Mujahid Izzulhaq (@AzzamIzzulhaq), Neo Historia Indonesia (@neohistoria_id), Irfan_newboys (@Marchfoward), dan juga Awan Wafdan (@seketulawan).


Penulis: Al Wardatul Mahfudhoh
Editor: Dina Surya Mega



