Dunia Islam

Uwais Al-Qorni: Pemuda yang Dirindukan Surga

Uwais Al-Qorni adalah seorang pemuda yang tinggal di Yaman. Dalam riwayatnya, Uwais menderita penyakit kulit yang menyebabkan tubuhnya menjadi belang-belang.

Uwais adalah pemuda yang sangat sholeh dan berbakti kepada ibunya. Sedangkan sang ibu, kondisinya kian menua dan lumpuh. Namun, Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya dengan penuh kasih sayang. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan, yaitu membawa ibunya pergi haji karena perjalanan ke Makkah sangatlah jauh melewati padang tandus yang panas.

Uwais Dianggap Gila

Dulu, orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan untuk sampai ke Mekkah. Namun, bagaimana Uwais bisa melakukan itu, padahal ia hanya pemuda miskin dan tidak memiliki apa-apa? Di situlah Uwais terus berpikir, mencari jalan keluar bagaimana ia bisa membawa ibunya pergi haji.

Akhirnya, Uwais memilih seekor anak sapi. Kira-kira untuk apa anak sapi tersebut? Tentunya tidak mungkin jika anak sapi tersebut jadi transportasi untuk sampai ke Mekkah. Tak banyak berpikir, Uwais membuat kandang sapi di bukit. Setiap pagi ia bolak-balik menggendong anak sapi tersebut naik turun bukit.

“Dasar Uwais gila! sapi malah digendong” ucap orang-orang yang melihat tingkah laku Uwais. Ya, banyak orang yang menganggap aneh dengan apa yang dilakukan Uwais. Seiring berjalannya waktu, anak sapi yang Uwais gendong semakin besar dan semakin besar pula tenaga yang diperlukan Uwais untuk menggendongnya. Akhirnya, orang-orang tahu apa maksud Uwais menggendong sapi tersebut. Ternyata, Uwais sedang latihan untuk menggendong ibunya agar bisa membawanya pergi haji.

Uwais Menggendong Ibunya Menuju Mekkah

Ketika waktu haji akan tiba, Uwais menggendong ibunya berjalan dari Yaman ke Mekkah. Ia rela menempuh perjalanan jauh demi memenuhi keinginan ibunya. Selepas di tanah haram, tak peduli rasa capek menyelimuti atau panas yang menyengat, Uwais berjalan tegap menggendong ibunya thawaf mengelilingi Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata ketika melihat Baitullah. Kemudian di hadapan Ka’bah, Uwais dan sang ibu berdo’a “Ya Allah… ampuni semua dosa ibu..” ucap Uwais dalam do’anya. “Bagaimana dengan dosamu, Nak?” tanya sang ibu keheranan. Kemudian Uwais menjawab “Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari ibu yang akan membawaku ke surga nanti.” itulah do’a Uwais yang tulus penuh cinta kepadanya.

Baca Juga: Kisah Abu Hurairah dan Semangkuk Susu

Uwais Si Penghuni Langit

Seketika itu juga, Uwais sembuh dari penyakit kulitnya, hanya tersisa bulatan putih di tengkuk. Itulah tanda yang menjadi pengenal ketika Umar bin khattab bertemu Uwais Al-Qorni, karena Rasulullah pernah menyuruh Umar bin Khattab “Jika bertemu dengan Uwais, hendaklah meminta do’a kepadanya, karena Uwais adalah seorang yang dikabulkan doanya.

Pesan yang Bisa Kita Petik 

Ibu adalah segalanya, mari berbakti kepada ibu karena surga berada di bawah telapak kakinya.

Penulis: Zahrotul Imro’ah

Editor: Dina Surya Mega

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *