Waktu Do’a Yang Tidak Tertolak
Ada beberapa waktu mustajab yang memiliki keutamaan khusus untuk berdoa, salah satunya adalah waktu antara adzan dan iqamah. Waktu ini dikenal sebagai momen yang mustajab, di mana doa-doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah Swt. Dalam momen ini, setiap muslim dianjurkan untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, menyampaikan harapan, memohon ampunan, dan berdoa untuk kebaikan dunia serta akhirat.
Penjelasan Hadis
Keutamaan waktu ini menunjukkan betapa Allah Swt. memberikan kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya dengan menyediakan waktu-waktu khusus agar doa mereka lebih mudah diterima. Oleh karena itu, hendaknya setiap muslim tidak melewatkan kesempatan ini untuk memperbanyak doa dengan penuh keikhlasan dan keyakinan. Hadis yang menyebutkan mengenai waktu mustajab untuk berdoa, yaitu:
الدُعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَان والإِقاَمَة : فِيمَا رَوَاهُ الإمام أحمد بن حنبل
Artinya: Sebagaimana riwayat dari Imam Ahmad bin Hanbal : “Do’a antara adzan dengan iqomah itu tidak akan tertolak”.
Baca juga: Inilah Waktu-Waktu Doa Mustajab
Dawuh KH. Marzuqi Mustamar
Menyambung pada maksud hadis tersebut, berikut dawuh KH. Marzuqi Mustamar saat ngaos berlangsung: “Maka dari itu, orang NU, orang Jawa, setelah adzan, do’a, sholat qobliyah, sambil menunggu ma’mum pada datang, sambil menunggu imam datang, sambil menunggu iqomah, daripada menganggur, berdo’alah, nah do’anya biasanya lantang, lalu orang menyebutnya ‘pujian’
Bagi masyarakat muslim tradisional Jawa khususnya kalangan Nahdliyyin (warga Nahdlatul Ulama), pujian merupakan suatu hal yang ‘tidak boleh tidak’ artinya wajib (harus melaksanakan) oleh seseorang ketika sesaat setelah adzan sholat fardhu berkumandang sambil menunggu para jamaah lain berdatangan untuk melaksanakan sholat berjamaah baik di masjid maupun di musholla.
Anjuran Memanfaatkan Waktu Mustajab
Dalam dawuh beliau juga menambahkan bahwa do’a setelah adzan sebelum iqomah sambil menunggu imamnya datang itu memang sunnah, yang menurut Nabi itu malah لَا يُرَدُّ – tidak akan tertolak.
Betapa kita mudah tergiur dengan hal-hal yang terlihat nikmat sesaat, sedangkan kita melewatkan begitu saja waktu istijabah ini. Selain anjuran untuk memanfaatkan waktu antara adzan dan iqomah dengan berdo’a, maka dalam mencapai waktu tersebut, hendaknya semakin giat untuk berangkat sholat berjamaah, utamanya di masjid/musholla.
Baca juga: Menyelamatkan Terma “Barokah Pesantren” dari Logika Mistika
Refleksi
Tulisan ini hadir sebagai bentuk pengingat bagi penulis sekaligus ajakan kepada pembaca untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt. di setiap waktu dan tempat. Dengan menjaga hubungan yang erat dengan-Nya, kita dapat merasakan ketenangan jiwa, kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan, serta keberkahan dalam setiap langkah kehidupan. Semoga tulisan ini dapat menjadi inspirasi untuk terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt. Baarokallohu fii kum, semoga Allah selalu melimpahkan berkah-Nya kepada kita semua.
Penulis: Zahrotul Imro’ah
Editor: Bella Fadhilatus Sanah



