Mendalami Makna Hadis Arba’in Nawawi

Setiap dari kita tentu pernah sekali atau berkali-kali melakukan hal yang kurang bermanfaat bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Entah itu hal yang sepele hingga hal yang mengandung keseriusan.
Berkaitan dengan hal ini, dalam Kitab Arba’in Nawawi hadis ke dua belas menjelaskan bahwasanya dari Abi Hurairah Radhiyallahu Anhu beliau berkata, Rasulullah bersabda “Sebaik-baiknya Islam seseorang adalah mereka yang meninggalkan perkara yang kurang bermanfaat baginya.” Kata kurang bermanfaat bisa saja bermakna sebagai sesuatu yang tidak berguna atau bernilai sia-sia. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan haditsnya Hasan.
Baca juga: Mengenal Kitab Arbain Nawawiyah: 40 Hadits Masyhur Pilihan
Realita Era Kemajuan Teknologi
Berkaitan dengan kehidupan jaman sekarang, tentu ada banyak hal yang dapat kita benahi. Entah dari segi waktu yang terbuang sia-sia, hidup yang begini begini saja, atau apa pun yang kurang kita dasari dengan ilmu dan kemanfaatan.
Dewasa ini, banyak orang berbondong-bondong menyanyikan lagu, menari dan lain sebagainya. Bahkan, kabar tentang mirisnya dunia pesantren dengan mudah menyambar ke mana saja tanpa menaruh iba pada dunia pendidikan berbasis non formal ini. Belakangan terdengar bahwa sedih dan menyakitkannya dunia pesantren yang notabene hanya memberikan makanan berupa lauk tahu dan tempe bagi santri yang mengantre makanan.
Baca juga: Tiga Fase di Bulan Ramadhan Beserta Amalan yang Dianjurkan
Terlepas dari itu semua, sebenarnya kita telah lebih dahulu terlalu sibuk dengan gawai dan berbagai macam aktivitasnya yang kurang bermanfaat. Lalu ketika berembus kabar kurang baik dari dunia pendidikan yang membutuhkan perhatian, maka kita buru-buru memberikan nilai negatif dan penilaian yang amat menyedihkan bagi dunia pesantren.
Implikasi Hadis dalam Kehidupan
Santri sendiri mulai kehilangan jati dirinya jika tidak berpegang pada akhlak dan ilmu yang mulia. Maka dari itu, pengamalan dari hadis ke dua belas Kitab Arba’in yang ini adalah bagaimana kita meminimalisir kegiatan atau perkataan yang kiranya kurang bermanfaat bagi hidup kita. Terlebih kehidupan dunia terlebih yang berdampak pada kebutuhan akhirat. Mulai sekarang.
Marilah kita menyedikitkan hal yang kurang baik, mendalami ilmu yang kita miliki, mengamalkan dan menularkannya pada sekitar. Sebab dalam hadis telah jelas bahwasanya ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah, yang intinya kurang sempurna.
Semoga kita bisa selalu berorientasi untuk kebaikan. Semakin getol dalam mengamalkan kebaikan dan juga membagikannya meski hanya lewat rasa dan tulisan. Semoga bermanfaat.
Penulis: Rokhimatus Sholekhah
Editor: Bella Fadhilatus Sanah



