Aku adalah rasa
Terjatuh dalam raga yang begitu aksa
Sangat mustahil untuk bersama
Tapi hatiku mudah mendamba
Aku begitu ragu
Kalau sang pujaan bukan takdirku
Sedang rasa harus tetap terbelenggu
Terdiam dan tergugu
Baca juga : Tukang Kebun ataukah Sang Kiai?
Kini aku sendiri
Merasakan gemuruh rindu di hati
Yang bahkan sang pencipta tak merestui
Mengharuskanku menyimpan rapat di sanubari
Baca juga: Ucapkan Maulid, Mo Salah Dikomentari Bidah oleh Kelompok Salafi
Lantas apakah ini adalah akhir
Dari kisah yang bahkan belum terukir
Atau apakah ini pesan Pencipta
Bahwa aku harus sabar untuk rasa yang amerta



